Sejarah
Unhan berawal dari salah satu program kursus di Sekolah Komando
Angkatan Darat (Seskoad). Tahun 2006, Panglima TNI Jenderal TNI Djoko
Santoso, pada saat masih menjabat Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD)
menugaskan Komandan Seskoad Mayjen TNI Syarifudin Tippe untuk membuat
Kursus Strategi Perang Semesta di Seskoad. Kursus inilah yang menjadi
cikal bakal perwujudan ide untuk mendirikan sebuah perguruan tinggi yang
mempelajari studi pertahanan. Gagasan untuk memiliki perguruan tinggi
di bidang pertahanan juga dimiliki oleh Presiden SBY selagi beliau masih
aktif di militer, sehingga pendirian Unhan disambut dengan baik dan
didukung oleh Presiden SBY. Menteri Pertahanan dalam Kabinet Indonesia
Bersatu I, Profesor Juwono Sudarsono termasuk salah tokoh yang ikut
membidani lahirnya Unhan.
Unhan
merupakan lembaga pendidikan tinggi yang memberi kesempatan bagi para
perwira TNI dan masyarakat untuk belajar dan memperdalam Ilmu Pertahanan
pada tingkat magister/Strata-2. Unhan dicita-citakan menjadi unversitas
kelas dunia. Beberapa universitas luar negeri seperti Cranfield
University, National Defense University Amerika Serikat, Rajaratnam
School of International Studies Singapura dan beberapa universitas di
Australia dan Jerman juga turut aktif mendukung pendirian dan
berjalannya proses belajar mengajar di Unhan. Kerjasama diberikan dalam
bentuk pengiriman tenaga pengajar, kurikulum, beasiswa dan studi
banding. Universitas di dalam negeri seperti UI dan ITB juga aktif
mendukung Unhan dengan mengirim sejumlah guru besarnya untuk membantu
membangun dan menjalankan proses belajar mengajar di Unhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar