Teruntuk FAM yang baik
di-
Pare
Assalamualaikum Wr. Wb.
Sahabat FAM yang baik hati. Hari ini aku sisihkan waktuku
disaat aku berada di kampung dengan modem yang sinyalnya tidak sebegitu baik.
Sebelumnya aku ingin berterima kasih kepada FAM karena dengan adanya FAM ini
aku bisa menulis fiksi, tidak sebelum aku mengenal adanya FAM ini, aku hanya
menulis artikel-artikel teknologi tanpa mengetahui EYD yang tertera pada
tulisanku.
Tidak terlintas di pikiranku saat itu (3 bulan lalu) untuk
menulis cerita yang berlatar belakang seperti cerpen maupun yang berbentuk
fiksi lainnya. Setelah aku mengenal FAM aku mencoba untuk mempelajari sedikit
demi sedikit dari blog FAM yang terdapat tulisan-tulisan yang menarik
perhatianku. Aku mulai dari awal tulisan yang ada di blog FAM, tiap hari itu
saja yang aku baca hingga teman satu kamarku mengatakan kalau aku "master
teknologi." Sebenarnya itu bukanlah sebuah pujian melainkan sindiran yang
ia layangkan kepadaku. Tapi semangat ini belum patah, karena keinginan yang
kuat untuk bergabung dengan FAM akhirnya aku memutuskan untuk bergabung.
Selang beberapa hari bergabung dengan FAM aku banyak
mengenal penulis yang handal, baik itu di dalam FAM maupun di akun Kompasiana. Hal itu membuat aku minder
karena mereka jago dalam merangkai kata menjadi kalimat yang luar biasa,
apalagi di Kompasiana. Setiap kali
aku memposting tulisanku mengenai fiksi pasti yang aku dapatkan komentar yang
membuat aku jatuh. Tapi itu semua kuanggap sebagai komentar yang membangun
untuk menjadikan aku lebih baik lagi.
Melihat mereka yang bisa dalam hal menulis aku menjadi iri. Tidak
ada sedikitpun dari teman yang berada di dunia nyata yang mendukungku untuk
untuk berpartisipasi sebagai penulis, hanya teman di dunia maya yang mau
mensupportku, meskipun tidak banyak. Aku senang mengenal FAM, mengenal banyak
penulis yang berbakat dengan tulisannya.
Kemarin baru saja aku pulang ke kampung, adikku menanyakan
kepadaku.
"Bang bagaimana cerpen yang abang kirimkan ke banyak
tempat itu, Bang? Apa menang semua? Apa abang dapat hadiahnya?"
Suatu hal yang mengejutkanku karena pertanyaan itu. Memang
sih setelah mengenal FAM dua hari langsung mengobarkan semangatku untuk menulis
cerpen, puisi dan aku layangkan pada tiap tempat yang mengadakan lomba itu.
Tapi alhasil semua keluar dengan hasil "GAGAL" alias tidak diterima
sama sekali, belum lagi komentar mereka yang serasa membuatku jatuh. Karena hal
itu aku mempelajari tatacara menulis yang benar dengan bantuan tulisan FAM di
blog dan juga “mbah google”ku.
Sekarang sudah beberapa bulan mengenal FAM, aku merasa
tertarik untuk membuat sebuah buku, dengan targetan hanya dalam 1 bulan menulis
kumpulan cerpen, dan alhamdulillah selesai. Terima kasih FAM.
Mungkin tiada kata indah yang bisa kurangkai dalam suratku
ini, tidak seperti surat mereka yang lainnya. Tapi aku menulis surat ini dengan
hiasan hatiku yang senang setelah berbagai macam rintangan yang kulewati untuk
bisa mengenal FAM dan menjadi sahabat baiknya.
Wassalamualaikum. Wr. Wb.
Ahmad Saadillah
FAM Pekanbaru, IDFAM
974M
Tidak ada komentar:
Posting Komentar