BAYT AL-HIKMAH,
Pusat Kajian dan Pengebangan Filsafat, Tasawuf, Sains dan Peradaban
Direktur:
Ahmad Y. Samantho, S.IP, MA. M.Ud
(HP 0852 3825 0133, e-mail: ay_samantho@yahoo.com, ahmadsamantho@gmailcom)
PROGRAM STRATEGIS
Untuk
menghidupkan kembali ilmu-ilmu rasional dan merealisasi tujuan ideal
yang telah dirumuskan di atas tentu diperlukan suatu upaya kolosal yang
tidak mungkin dapat dicapai oleh sekelompok kecil manusia, tetapi harus
digarap oleh, dan menjadi tanggung jawab moral dari kaum intelektual
Muslim di manapun berada. Tetapi di lingkungan kita yang terbatas ini
(ICAS Paramadina University dan UIN Syarif Hidatullah Jakarta) apa yang bisa dan perlu
dilakukan, sebagai partisipasi kita dalam ikhtiar kolosal ini, adalah
membentuk pusat kajian filsafat Islam yang kira-kira sejajar dengan STF
Driyarkara sebagai pusat kajian filsafat Barat. Faktor yang mendukung
pendirian pusat kajian dan pengembangan Filsafat Islam, Tasawuf, Sains
dan Peradaban: Bayt al-Hikmah ini di antaranya adalah kenyataan bahwa
gerakan pembaharuan yang dilakukan di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta
oleh almarhum Prof. Dr. Harun Nasution masih lebih condong pada
pembaharuan teologis, jadi belum lagi mengarah secara khusus pada aspek
filosofis. Adapun kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan PPIM juga lebih
mengarah pada kajian Islam kontemporer dan lebih bersifat sosio-politis
ketimbang filosofis. Sementara kajian-kajian yang marak dalam
pengajian-pengajian paket akhir-akhir ini lebih terfokus pada tasawuf
praktis populer dan jarang yang menyentuh aspek filosofis. Sementara
upaya pembaharuan pemikiran Islam moderen yang digagas almarhum Prof.
.Dr. Nurcholis Madjid, Prof.Dr.,
Jalaluddin Rakhmat dan Dr.Haidar Bagir, Prof. Dr. Mulyadhi Kartanegara,
dll. perlu intesifikasi dan ekstensifikasi gerakan pemikiran dan
pengembangannya ke dalam ranah filsafat praktis dan ideologis serta
‘Sains alternatif baru’ yang tercerahkan.
Kajian
Filosofis, khususnya Filsafat Islam –yang terintegrasi dengan
pendekatan Tasawuf (Irfani) dan Tauhid (Theologis)–sangatlah penting
untuk mengokohkanPandangan Dunia Islam, yang pada gilirannya niscaya
akan membangkitkan kembali peradaban Islam di panggung dunia
kontemporer. Sehingga kehadiran Umat Islam sebagai Khalifatullah di muka
bumi ini benar-benar akan menjadi Rahmat bagi seluruh alam.
Untuk
mencapai sasaran-sasaran di atas, Bayt al-Hikmah telah merancang
kegiatan-kegiatan utamanya yang meliputi: (1) penerjemahan karya-karya
klasik & kontemporer; (2) diskusi dan penelitian tentang isu-isu
Filosofis, Tasawuf dan Tauhid yang relevan; (3) penerbitan sejumlah
jurnal ilmiah, dan; (4) penyelenggaraan paket-paket kajian, pelatihan,
diskusi, seminar.
1. Penerjemahan Karya-Karya Klasik & Kontemporer
Penerjemahan
karya-karya utama pemikir besar dunia ke dalam sebuah bahasa merupakan
langkah esensial dalam pembangunan dan perkembangan ilmu pengetahuan,
dan bahkan peradaban sebuah bangsa. Ini misalnya telah terbuktisecara
historis dalam perkembangan ilmu dan peradaban dunia Islam setelah
menerjemahkan karya-karya klasik dari pelbagai peradaban terutama
Yunani; maupun bagi ilmu dan peradaban Barat yang berkembang pesat
setelah penerjemahan karya-karya klasik Muslim dan Yunani ke dalam
bahasa Latin dan Ibrani (Yahudi). Dikatakan esensial karena penerjemahan
karya-karya tersebut ke dalam suatu bahasa yang kita mengerti ibarat
menyediakan bahan baku bangunan yang tentunya sangat diperlukan (indispensiple)
kalau kita hendak membangun sebuah rumah. Karena itu penerjemahan dari
karya-karya klasik Islam diperlukan, karena bagaimana kita akan bisa
membangun sebuah sistem filsafat atau ilmiah Islam yang canggih untuk
menjawab tantangan zaman, kalau bahan-bahan bakunya yang utama tidak
tersedia di hadapan kita. Karena itu menurut hemat kami penerjemahan
karya-karya klasik ini perlu mendapatkan prioritas sebelum melakukan
langkah-langkah berikutnya, yaitu membangun sebuah sistem filosofis yang
kita dambakan sendiri, karena penerjemahan seperti ini masih sangat
tidak memadai.
Adapun karya-karya klasik yang perlu mendapat prioritas untuk saat ini dapat kita bagi ke dalam tiga kelompok. Pertama, karya-karya utama (masterpiece)
dari filosof Muslim seperti al-Kindi, al-Farabi, Ibn Sina, al-Ghazali,
Suhrawardi, Ibn Rusyd, Quthb al-Din al-Syirazi, Nashir al-Din Thusi, Mir
Damad, Mulla Shadra, Mulla Hadi Sabzawari dan sebagainya. Kedua, karya-karya tentang biografis para filosof, seperti yang ditulis oleh Ibn al-Nadim (al-Fihrist), Ibn Abi Ushaibi’ah (‘Uyun Anba fi Thabaqat al-Athibba’), Syams al-Din Syahrazuhri (Nuzhat al-Arwah wa Raudlat al-Afrah),
dan lain-lain, yang secara keseluruhan bisa memuat biografi dari ribuan
filosof dan ilmuwan Muslim, yang banyak di antaranya belum kita kenal. Yang ketiga,
adalah beberapa monograf yang bermutu dan lengkap tentang hidup dan
karya para filosof Muslim tertentu baik yang sudah dikenal, seperti Ibn
Sina dan Ibn Rusyd, maupun yang belum dikenal seperti Abu Sulaiman
al-Sijistani, al-’Amiri dan Quthb al-Din al-Syirazi.
Adapun
langkah-langkah teknis yang kita tempuh bisa seperti berikut: pertama
kita mendaftarkan karya-karya klasik yang perlu kita terjemahkan. Dari
daftar tersebut kita akan periksa mana yang telah ada di tangan kita dan
mana yang belum. Yang belum kita miliki akan kita usahakan mencari dan
mendapatkannya, baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Dari
naskah yang sudah kita miliki, kita juga akan memeriksa (dengan bantuan
penerbit misalnya) mana yang sudah diterjemahkan, sehingga tidak terjadi
penerjemahan ulang dari karya yang sama kecuali kalau terjemahan yang
ada kita pandang tidak memadai. Setelah semua bahan telah tersedia, kita
kemudian akan menyeleksi karya mana yang perlu dan mungkin kita
terjemahkan terlebih dahulu, berapa karya yang kita rencanakan untuk
tahun pertama, dan seterusnya–yang tentu saja akan disesuaikan dengan
tenaga, dana, dan fasilitas yang tersedia pada saat ini.
Untuk
menerbitkannya kita bisa misalnya bekerja- sama dengan beberapa
penerbit yang sudah dikenal atau diterbitkan Bayt al-Hikmah Press
sendiri kalau sudah terbentuk. Selain itu, kita bisa meminta supaya
penerjemahan ini dicetak dalam format yang sama (seragam) dan tahan lama
(hard cover) sebagai terjemahan serial karya klasik Pusat
kajian Filsafat, sehingga sangat ideal untuk koleksi pribadi maupun
perpustakaan. Penerjemahan harus diusahakan sebaik mungkin dengan
menyeleksi para penerjemah yang disyaratkan bukan saja mahir dalam
bidang bahasa, tetapi juga menguasai atau paling tidak akrab dengan
bidang filsafat. Selain itu untuk memelihara mutu penerjemahan, perlu
dibentuk tim penyunting yang betul-betul kompeten dan bekerja secara
serius dan kritis. Untuk itu juga dimungkinkan ada revisi terhadap
terjemahan yang sudah ada.
2. Diskusi Intensif dan Penelitian Filosofis yang Relevan
Penerjemahan
karya-karya klasik tersebut di atas, betapapun bermutunya, bukanlah
tujuan akhir dari pusat kajian ini, tetapi sarana untuk menfasilitasi
kegiatan-kegiatan ilmiah lainnya, seperti diskusi-diskusi tentang
perbagai isu filosofis mapun kontemporer yang relevan dengan tujuan
pendirian pusat kajian ini, dan penelitian-penelitian yang serius dan
kreatif yang memungkinkan terciptanya sebuah sistem filosofis yang
dibutuhkan pada saat ini untuk menjawab dengan baik tantangan-tantangan
real yang kita hadapi.
Diskusi-diskusi
tersebut tentu saja bisa kita arahkan pada isu-isu penting di bidang
filsafat baik yang klasik maupun modern. Filsafat modern dan kontemporer
kita akan diskusikan bahkan kalau perlu kita teliti, terutama agar kita
dapat melihat dengan jelas apa sebenarnya tantangan atau kritik yang
muncul dari filsafat modern terhadap filsafat Islam baik yang berkenaan
dengan metafisik, epistemologi maupun etik. Tanpa pemahaman yang benar
dan mendalam terhadap tantangan dan kritik mereka, tidak mungkin kita
akan bisa memberikan jawaban atau dialog yang bermakna dan efektif.
Pengkajian terhadap filsafat Barat juga bisa dilakukan dengan maksud
untuk mencari tahu jawaban apa yang mereka berikan terhadap tantangan
filosofis yang diajukan misalnya oleh kaum materialistk, positivis, dan
sekuler terhadap mereka. Dengan begitu kita bisa berharap mendapat
dukungan yang berguna dalam merumuskan solusi terhadap
tantangan-tantangan filosofis zaman kita.
Adapun
diskusi dan penelitian terhadap isu-isu klasik dapat diarahkan pada
pendalaman tema-tema filosofis tertentu di bidang metafisik,
epistimologi, etis, estetis, politik dan sebagainya, yang selama ini
tampaknya kurang mendapatkan perhatian seharusnya. Pendalaman-pendalaman
itu misalnya bisa kita arahkan pada konsep para filosof Muslim tentang
wujud, yang sangat hangat diperdebatkan oleh mereka, konsep
epistimologis, terutama yang berkaitan dengan sumber dan metodologi ilmu
yang akan melibatkan pembicaraan tentang metodologi-metogologi dan
signifikansinya bagi pembangunan sebuah sistem filsafat, konsep etika
sebagai pengobatan spiritual dan pembianaan moral masyarakat, konsep
kosmologis, yang menjembatani dunia fisik dan dunia metafisik (yang oleh
para filosof Muslim klasik sebenarnya telah secara sangat intensif
diperdebatkan dan dikaji dan saat ini juga digandrungi oleh para ilmuwan
alam kontemporer), dan konsep-konsep filosofis lainnya yang kita
pandang relevan dengan tujuan pusat kajian ini. Pendalaman itu bisa kita
arahkan pada metode-metode ilmiah dan filosofis yang telah mereka (para
filosof Muslim) bina dan dikembangkan selama berabad-abad dan telah
berhasil membangun bermacam-macam sistem filosofis dan sufistik yang
canggih dan solid. Demikian juga tradisi dan etos kesarjanaan Muslim
adalah hal yang menarik untuk dikaji dan diteliti lebih lanjut di pusat
kajian.
Adapun partisipasi dari kegiatan ini bisa terdiri dari “inner circle”
yang akan anggota-anggotanya ditentukan berikutnya, para sarjana yang
bersimpati dan punya komitmen terhadap cita-cita pusat kajian ini, dan
juga mahasiswa pascasarjana, dari berbagai perguruan tinggi dan
universitas, yang punya minat khusus untuk meneliti aspek-aspek
filosofis penting yang selama ini terabaikan. Atau mereka yang tertarik
secara khusus pada penelitian terhadap tokoh-tokoh filsafat yang belum
banayak dikenal, yang disenut sebagai the Minor Philosopher, atau karya-karya filosofis mereka yang masih langka, dan karya-karya ilmiah lainnya.
3. Penerbitan Jurnal Ilmiah dan Buku-buku
Kehadiran
sebuah jurnal dalam suatu lembaga ilmiah saperti pusat kajian ini
sangatlan diperlukah. Jurnal inilah yang akan merekam perkembangan
pemikiran lembaga tersebut, aspirasi, konsep dan aktivitas-aktivitasnya.
Perkembangan pemikiran bisa direkam di dalamnya dalam bentuk
artikel-artikel pilihan, resume dari penelitian dan riset yang dilakukan
pusat kajian, hasil-hasil seminar dan diskusi intensif yang dilakukan inner circle,
ataupun tulisan-tulisan terpilih dari paket-paket kajian yang akan
melibatkan audiensi dana narasumber yang lebih luas. Termasuk juga di
dalamnya resensi atau analisis kritis terhadap karya yang dikaji atau
diterjemahkan. Aspirasi dan konsep-konsep anggota atau pihak terkait
bisa tercermin dalam jurnal tersebut dalam arikel-artikel lepas yang
inspirasional baik yang ditulis oleh sarjana-sarjana dalam maupun luar
negeri yang kita pandang sangat bagus dan membangkitkan minat
pembicaraan intelektual yang lebih intensif. Kegiatan-kegiatan ilmiah
dapat direkam baik dalam laporan khusus tentang kegiatan-kegiatan
akademis atau rekreasional yang dilakukan lembaga itu, maupun dalam
tema-tema tertentu dan topik-topik yang dipilih untuk jurnal tersebut.
Karena
itu Bayt al-Hikmah bermaksud untuk menerbitkan sebuah jurnal ilmiah
dengan nama ”Theosophy.” Namun ini dipilih sesuai dengan fokus jurnal
ini –yang juga pada gilirannya merupakan refleksi dari fokus pusat
kajian itu sendiri– yaitu filsafat, khususnya filsafat Islam. Jadi
jurnal ini akan berbeda dengan jurnal-jurnal lain yang semakin marak
akhir-akhir ini, karena fokusnya pada filsafat Islam dan Irfan/Tasawuff.
Sumber-sumber tulisan yang akan dimuat dalam jurnal ini akan fleksibel:
bisa artikel lepas, artikel terjemahan, artikel hasil-hasil diskusi,
penelitian dan seminar yang akan diselenggarakan pusat kajian. Bisa juga
sumbangan dari tulisan sarjana-sarjana dalam dan luar negeri yang kita
pandang punya relevansi yang jelas dengan misi dan visi pusat kajian.
Jurnal ini akan dengan gembira memuat resensi buku-buku terbaru dalam
dunia filsafat yang sangat perlu diketahui dan diikuti perkembangannya;
seperti juga laporan-laporan mutakhir perkembangan filsafat baik di
dunia Islam maupun Barat yang relevan. Selain itu jurnal ini akan
tertarik tulisan-tulisan ilmiah yang menelusuri perkembangan metafisis
di dunia Barat, baik di bidang sains maupun filsafat sendiri, dan
pelbagai tulisan yang bermanfaat bagi perkembangan pusat kajian ini.
4. Penyelenggaraan Paket-paket Kajian, Pelatihan, Diskusi dan Seminar.
Kegiatan-kegiatan ilmiah yang sejauh ini kita bicarakan mungkin akan bersifat terbatas karena di-share
oleh kelompok kecil yang terlibat langsung dalam kegiatan pusat kajian.
Tetapi manakala dipandang perlu untuk mengkomunikasikan hasil-hasil
temuan dan eksplorasi ilmiah filosofis kepada kalangan yang lebih luas,
maka pusat kajian akan menyelenggarakan paket-paket kajian dengan
mengambil tema-tema khusus dalam bidang metafisika, epistimologi, etika,
politik, dan sebagainya atau kalau mungkin kajian-kajiaan tokoh dan
topik topik ilmiah lainnya.
Untuk
itu pusat kajian akan membuat panitia khusus sebagai penyelenggara
paket-paket kajian secara profesional dengan tema-tema tertentu yang
akan diputuskan terlebih dahulu oleh rapat pusat kajian. Dalam
penyelenggaraan program tersebut pusat kajian akan menggalang kerjasama
dengan pelbagai instansi yang berminat baik instansi akademik,
lembaga-lembaga pemerintahan dan pendidikan, ataupun kelompok-kelompok
studi dan media massa yang merasa yakin akan mendapat keuntungan dari
kerjasama tersebut.
Adapun
nara sumber akan kami seleksi dari sarjana-sarjana yang betul-betul
menguasai bidangnya. Kalau perlu kita akan mencoba datangkan pakar-pakar
dari luar negeri baik dari Timur Tengah maupun Barat, baik Muslim
maupun non-Muslim. Sedangkan peserta program paket kajian ini terbuka
bagi siapa saja yang merasa akan mendapatkan manfaat dari kegiatan
tersebut di atas, terutama dalam menghadap pelbagai tantangan zaman yang
semakin tidak menentu. Jadi, tujuan program paket kajian filsafat ini
tidak lain daripada mempopulerkan diskursus filsafat kepada yang lebih
luas dan beragam agar dengan demikian pusat kajian dapat memberikan
sumbangan pikiran yang konstruktif dan bermanfaat bagi bangsa dan negara
tercinta .
Direktur : Ahmad Y. Samantho
HP 0852 3825 0133
e-mail: ay_samantho@yahoo.com,
Blogs Address:
http://www.ahmadsamantho.wordpress.com
Supporting Blogs:
DONATION For Developing Bayt al-Hikmah Institute, Please send to:
Rek. BCA Cabang Bogor,
an. Ahmad Yanuana Samantho, No. 0952493785
Salam, Inilah Website Bayt al-Hikmah Samantho.
Inilah rumah kita untuk menampung hikmah yang kudapat selama perjalanan in
Tidak ada komentar:
Posting Komentar