Rabu, 10 Juni 2015

bayt

LEMBAGA :
BAYT AL-HIKMAH,
Pusat Kajian dan Pengebangan Filsafat, Tasawuf, Sains dan Peradaban
Direktur:
Ahmad Y. Samantho, S.IP, MA. M.Ud
(HP 0852 3825 0133, e-mail: ay_samantho@yahoo.com, ahmadsamantho@gmailcom)

PROGRAM STRATEGIS

Untuk menghidupkan kembali ilmu-ilmu rasional dan merealisasi tujuan ideal yang telah dirumuskan di atas tentu diperlukan suatu upaya kolosal yang tidak mungkin dapat dicapai oleh sekelompok kecil manusia, tetapi harus digarap oleh, dan menjadi tanggung jawab moral dari kaum intelektual Muslim di manapun berada. Tetapi di lingkungan kita yang terbatas ini (ICAS Paramadina University dan UIN Syarif Hidatullah Jakarta) apa yang bisa dan perlu dilakukan, sebagai partisipasi kita dalam ikhtiar kolosal ini, adalah membentuk pusat kajian filsafat Islam yang kira-kira sejajar dengan STF Driyarkara sebagai pusat kajian filsafat Barat. Faktor yang mendukung pendirian pusat kajian dan pengembangan Filsafat Islam, Tasawuf, Sains dan Peradaban: Bayt al-Hikmah ini di antaranya adalah kenyataan bahwa gerakan pembaharuan yang dilakukan di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta oleh almarhum Prof. Dr. Harun Nasution masih lebih condong pada pembaharuan teologis, jadi belum lagi mengarah secara khusus pada aspek filosofis. Adapun kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan PPIM juga lebih mengarah pada kajian Islam kontemporer dan lebih bersifat sosio-politis ketimbang filosofis. Sementara kajian-kajian yang marak dalam pengajian-pengajian paket akhir-akhir ini lebih terfokus pada tasawuf praktis populer dan jarang yang menyentuh aspek filosofis. Sementara upaya pembaharuan pemikiran Islam moderen yang digagas almarhum Prof. .Dr. Nurcholis Madjid, Prof.Dr., Jalaluddin Rakhmat dan Dr.Haidar Bagir, Prof. Dr. Mulyadhi Kartanegara, dll. perlu intesifikasi dan ekstensifikasi gerakan pemikiran dan pengembangannya ke dalam ranah filsafat praktis dan ideologis serta ‘Sains alternatif baru’ yang tercerahkan.
Kajian Filosofis, khususnya Filsafat Islam –yang terintegrasi dengan pendekatan Tasawuf (Irfani) dan Tauhid (Theologis)–sangatlah penting untuk mengokohkanPandangan Dunia Islam, yang pada gilirannya niscaya akan membangkitkan kembali peradaban Islam di panggung dunia kontemporer. Sehingga kehadiran Umat Islam sebagai Khalifatullah di muka bumi ini benar-benar akan menjadi Rahmat bagi seluruh alam.
Untuk mencapai sasaran-sasaran di atas, Bayt al-Hikmah telah merancang kegiatan-kegiatan utamanya yang meliputi: (1) penerjemahan karya-karya klasik & kontemporer; (2) diskusi dan penelitian tentang isu-isu Filosofis, Tasawuf dan Tauhid yang relevan; (3) penerbitan sejumlah jurnal ilmiah, dan; (4) penyelenggaraan paket-paket kajian, pelatihan, diskusi, seminar.
1. Penerjemahan Karya-Karya Klasik & Kontemporer
Penerjemahan karya-karya utama pemikir besar dunia ke dalam sebuah bahasa merupakan langkah esensial dalam pembangunan dan perkembangan ilmu pengetahuan, dan bahkan peradaban sebuah bangsa. Ini misalnya telah terbuktisecara historis dalam perkembangan ilmu dan peradaban dunia Islam setelah menerjemahkan karya-karya klasik dari pelbagai peradaban terutama Yunani; maupun bagi ilmu dan peradaban Barat yang berkembang pesat setelah penerjemahan karya-karya klasik Muslim dan Yunani ke dalam bahasa Latin dan Ibrani (Yahudi). Dikatakan esensial karena penerjemahan karya-karya tersebut ke dalam suatu bahasa yang kita mengerti ibarat menyediakan bahan baku bangunan yang tentunya sangat diperlukan (indispensiple) kalau kita hendak membangun sebuah rumah. Karena itu penerjemahan dari karya-karya klasik Islam diperlukan, karena bagaimana kita akan bisa membangun sebuah sistem filsafat atau ilmiah Islam yang canggih untuk menjawab tantangan zaman, kalau bahan-bahan bakunya yang utama tidak tersedia di hadapan kita. Karena itu menurut hemat kami penerjemahan karya-karya klasik ini perlu mendapatkan prioritas sebelum melakukan langkah-langkah berikutnya, yaitu membangun sebuah sistem filosofis yang kita dambakan sendiri, karena penerjemahan seperti ini masih sangat tidak memadai.
Adapun karya-karya klasik yang perlu mendapat prioritas untuk saat ini dapat kita bagi ke dalam tiga kelompok. Pertama, karya-karya utama (masterpiece) dari filosof Muslim seperti al-Kindi, al-Farabi, Ibn Sina, al-Ghazali, Suhrawardi, Ibn Rusyd, Quthb al-Din al-Syirazi, Nashir al-Din Thusi, Mir Damad, Mulla Shadra, Mulla Hadi Sabzawari dan sebagainya. Kedua, karya-karya tentang biografis para filosof, seperti yang ditulis oleh Ibn al-Nadim (al-Fihrist), Ibn Abi Ushaibi’ah (‘Uyun Anba fi Thabaqat al-Athibba’), Syams al-Din Syahrazuhri (Nuzhat al-Arwah wa Raudlat al-Afrah), dan lain-lain, yang secara keseluruhan bisa memuat biografi dari ribuan filosof dan ilmuwan Muslim, yang banyak di antaranya belum kita kenal. Yang ketiga, adalah beberapa monograf yang bermutu dan lengkap tentang hidup dan karya para filosof Muslim tertentu baik yang sudah dikenal, seperti Ibn Sina dan Ibn Rusyd, maupun yang belum dikenal seperti Abu Sulaiman al-Sijistani, al-’Amiri dan Quthb al-Din al-Syirazi.
Adapun langkah-langkah teknis yang kita tempuh bisa seperti berikut: pertama kita mendaftarkan karya-karya klasik yang perlu kita terjemahkan. Dari daftar tersebut kita akan periksa mana yang telah ada di tangan kita dan mana yang belum. Yang belum kita miliki akan kita usahakan mencari dan mendapatkannya, baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Dari naskah yang sudah kita miliki, kita juga akan memeriksa (dengan bantuan penerbit misalnya) mana yang sudah diterjemahkan, sehingga tidak terjadi penerjemahan ulang dari karya yang sama kecuali kalau terjemahan yang ada kita pandang tidak memadai. Setelah semua bahan telah tersedia, kita kemudian akan menyeleksi karya mana yang perlu dan mungkin kita terjemahkan terlebih dahulu, berapa karya yang kita rencanakan untuk tahun pertama, dan seterusnya–yang tentu saja akan disesuaikan dengan tenaga, dana, dan fasilitas yang tersedia pada saat ini.
Untuk menerbitkannya kita bisa misalnya bekerja- sama dengan beberapa penerbit yang sudah dikenal atau diterbitkan Bayt al-Hikmah Press sendiri kalau sudah terbentuk. Selain itu, kita bisa meminta supaya penerjemahan ini dicetak dalam format yang sama (seragam) dan tahan lama (hard cover) sebagai terjemahan serial karya klasik Pusat kajian Filsafat, sehingga sangat ideal untuk koleksi pribadi maupun perpustakaan. Penerjemahan harus diusahakan sebaik mungkin dengan menyeleksi para penerjemah yang disyaratkan bukan saja mahir dalam bidang bahasa, tetapi juga menguasai atau paling tidak akrab dengan bidang filsafat. Selain itu untuk memelihara mutu penerjemahan, perlu dibentuk tim penyunting yang betul-betul kompeten dan bekerja secara serius dan kritis. Untuk itu juga dimungkinkan ada revisi terhadap terjemahan yang sudah ada.
2. Diskusi Intensif dan Penelitian Filosofis yang Relevan
Penerjemahan karya-karya klasik tersebut di atas, betapapun bermutunya, bukanlah tujuan akhir dari pusat kajian ini, tetapi sarana untuk menfasilitasi kegiatan-kegiatan ilmiah lainnya, seperti diskusi-diskusi tentang perbagai isu filosofis mapun kontemporer yang relevan dengan tujuan pendirian pusat kajian ini, dan penelitian-penelitian yang serius dan kreatif yang memungkinkan terciptanya sebuah sistem filosofis yang dibutuhkan pada saat ini untuk menjawab dengan baik tantangan-tantangan real yang kita hadapi.
Diskusi-diskusi tersebut tentu saja bisa kita arahkan pada isu-isu penting di bidang filsafat baik yang klasik maupun modern. Filsafat modern dan kontemporer kita akan diskusikan bahkan kalau perlu kita teliti, terutama agar kita dapat melihat dengan jelas apa sebenarnya tantangan atau kritik yang muncul dari filsafat modern terhadap filsafat Islam baik yang berkenaan dengan metafisik, epistemologi maupun etik. Tanpa pemahaman yang benar dan mendalam terhadap tantangan dan kritik mereka, tidak mungkin kita akan bisa memberikan jawaban atau dialog yang bermakna dan efektif. Pengkajian terhadap filsafat Barat juga bisa dilakukan dengan maksud untuk mencari tahu jawaban apa yang mereka berikan terhadap tantangan filosofis yang diajukan misalnya oleh kaum materialistk, positivis, dan sekuler terhadap mereka. Dengan begitu kita bisa berharap mendapat dukungan yang berguna dalam merumuskan solusi terhadap tantangan-tantangan filosofis zaman kita.
Adapun diskusi dan penelitian terhadap isu-isu klasik dapat diarahkan pada pendalaman tema-tema filosofis tertentu di bidang metafisik, epistimologi, etis, estetis, politik dan sebagainya, yang selama ini tampaknya kurang mendapatkan perhatian seharusnya. Pendalaman-pendalaman itu misalnya bisa kita arahkan pada konsep para filosof Muslim tentang wujud, yang sangat hangat diperdebatkan oleh mereka, konsep epistimologis, terutama yang berkaitan dengan sumber dan metodologi ilmu yang akan melibatkan pembicaraan tentang metodologi-metogologi dan signifikansinya bagi pembangunan sebuah sistem filsafat, konsep etika sebagai pengobatan spiritual dan pembianaan moral masyarakat, konsep kosmologis, yang menjembatani dunia fisik dan dunia metafisik (yang oleh para filosof Muslim klasik sebenarnya telah secara sangat intensif diperdebatkan dan dikaji dan saat ini juga digandrungi oleh para ilmuwan alam kontemporer), dan konsep-konsep filosofis lainnya yang kita pandang relevan dengan tujuan pusat kajian ini. Pendalaman itu bisa kita arahkan pada metode-metode ilmiah dan filosofis yang telah mereka (para filosof Muslim) bina dan dikembangkan selama berabad-abad dan telah berhasil membangun bermacam-macam sistem filosofis dan sufistik yang canggih dan solid. Demikian juga tradisi dan etos kesarjanaan Muslim adalah hal yang menarik untuk dikaji dan diteliti lebih lanjut di pusat kajian.
Adapun partisipasi dari kegiatan ini bisa terdiri dari “inner circle” yang akan anggota-anggotanya ditentukan berikutnya, para sarjana yang bersimpati dan punya komitmen terhadap cita-cita pusat kajian ini, dan juga mahasiswa pascasarjana, dari berbagai perguruan tinggi dan universitas, yang punya minat khusus untuk meneliti aspek-aspek filosofis penting yang selama ini terabaikan. Atau mereka yang tertarik secara khusus pada penelitian terhadap tokoh-tokoh filsafat yang belum banayak dikenal, yang disenut sebagai the Minor Philosopher, atau karya-karya filosofis mereka yang masih langka, dan karya-karya ilmiah lainnya.
3. Penerbitan Jurnal Ilmiah dan Buku-buku
Kehadiran sebuah jurnal dalam suatu lembaga ilmiah saperti pusat kajian ini sangatlan diperlukah. Jurnal inilah yang akan merekam perkembangan pemikiran lembaga tersebut, aspirasi, konsep dan aktivitas-aktivitasnya. Perkembangan pemikiran bisa direkam di dalamnya dalam bentuk artikel-artikel pilihan, resume dari penelitian dan riset yang dilakukan pusat kajian, hasil-hasil seminar dan diskusi intensif yang dilakukan inner circle, ataupun tulisan-tulisan terpilih dari paket-paket kajian yang akan melibatkan audiensi dana narasumber yang lebih luas. Termasuk juga di dalamnya resensi atau analisis kritis terhadap karya yang dikaji atau diterjemahkan. Aspirasi dan konsep-konsep anggota atau pihak terkait bisa tercermin dalam jurnal tersebut dalam arikel-artikel lepas yang inspirasional baik yang ditulis oleh sarjana-sarjana dalam maupun luar negeri yang kita pandang sangat bagus dan membangkitkan minat pembicaraan intelektual yang lebih intensif. Kegiatan-kegiatan ilmiah dapat direkam baik dalam laporan khusus tentang kegiatan-kegiatan akademis atau rekreasional yang dilakukan lembaga itu, maupun dalam tema-tema tertentu dan topik-topik yang dipilih untuk jurnal tersebut.
Karena itu Bayt al-Hikmah bermaksud untuk menerbitkan sebuah jurnal ilmiah dengan nama ”Theosophy.” Namun ini dipilih sesuai dengan fokus jurnal ini –yang juga pada gilirannya merupakan refleksi dari fokus pusat kajian itu sendiri– yaitu filsafat, khususnya filsafat Islam. Jadi jurnal ini akan berbeda dengan jurnal-jurnal lain yang semakin marak akhir-akhir ini, karena fokusnya pada filsafat Islam dan Irfan/Tasawuff. Sumber-sumber tulisan yang akan dimuat dalam jurnal ini akan fleksibel: bisa artikel lepas, artikel terjemahan, artikel hasil-hasil diskusi, penelitian dan seminar yang akan diselenggarakan pusat kajian. Bisa juga sumbangan dari tulisan sarjana-sarjana dalam dan luar negeri yang kita pandang punya relevansi yang jelas dengan misi dan visi pusat kajian. Jurnal ini akan dengan gembira memuat resensi buku-buku terbaru dalam dunia filsafat yang sangat perlu diketahui dan diikuti perkembangannya; seperti juga laporan-laporan mutakhir perkembangan filsafat baik di dunia Islam maupun Barat yang relevan. Selain itu jurnal ini akan tertarik tulisan-tulisan ilmiah yang menelusuri perkembangan metafisis di dunia Barat, baik di bidang sains maupun filsafat sendiri, dan pelbagai tulisan yang bermanfaat bagi perkembangan pusat kajian ini.
4. Penyelenggaraan Paket-paket Kajian, Pelatihan, Diskusi dan Seminar.
Kegiatan-kegiatan ilmiah yang sejauh ini kita bicarakan mungkin akan bersifat terbatas karena di-share oleh kelompok kecil yang terlibat langsung dalam kegiatan pusat kajian. Tetapi manakala dipandang perlu untuk mengkomunikasikan hasil-hasil temuan dan eksplorasi ilmiah filosofis kepada kalangan yang lebih luas, maka pusat kajian akan menyelenggarakan paket-paket kajian dengan mengambil tema-tema khusus dalam bidang metafisika, epistimologi, etika, politik, dan sebagainya atau kalau mungkin kajian-kajiaan tokoh dan topik topik ilmiah lainnya.
Untuk itu pusat kajian akan membuat panitia khusus sebagai penyelenggara paket-paket kajian secara profesional dengan tema-tema tertentu yang akan diputuskan terlebih dahulu oleh rapat pusat kajian. Dalam penyelenggaraan program tersebut pusat kajian akan menggalang kerjasama dengan pelbagai instansi yang berminat baik instansi akademik, lembaga-lembaga pemerintahan dan pendidikan, ataupun kelompok-kelompok studi dan media massa yang merasa yakin akan mendapat keuntungan dari kerjasama tersebut.
Adapun nara sumber akan kami seleksi dari sarjana-sarjana yang betul-betul menguasai bidangnya. Kalau perlu kita akan mencoba datangkan pakar-pakar dari luar negeri baik dari Timur Tengah maupun Barat, baik Muslim maupun non-Muslim. Sedangkan peserta program paket kajian ini terbuka bagi siapa saja yang merasa akan mendapatkan manfaat dari kegiatan tersebut di atas, terutama dalam menghadap pelbagai tantangan zaman yang semakin tidak menentu. Jadi, tujuan program paket kajian filsafat ini tidak lain daripada mempopulerkan diskursus filsafat kepada yang lebih luas dan beragam agar dengan demikian pusat kajian dapat memberikan sumbangan pikiran yang konstruktif dan bermanfaat bagi bangsa dan negara tercinta .

[1] Harvey Cox, The Secular City, 1966, hal.2
[2] (David Bohm, The Wholeness and The Implicate Order, New York, 1980).
[3] A. Giddens, Beyond Left and Right, Cambridge, 1994.
[4] Ashley Montagu dan Floyd Matson, The Dehumanization of Man, New York, 1983).
[5] Jalaluddin Rakhmat, Makna Kejatuhan Manusia di Bumi, dalam Religius Islam, Jakarta, 1996
Direktur  : Ahmad Y. Samantho
 HP 0852 3825 0133
Blogs Address:
http://www.ahmadsamantho.wordpress.com
Supporting Blogs:
DONATION  For Developing Bayt al-Hikmah Institute, Please send to:
Rek. BCA Cabang Bogor,
an. Ahmad Yanuana Samantho, No. 0952493785
Salam, Inilah Website Bayt al-Hikmah Samantho.
Inilah rumah kita untuk menampung hikmah yang kudapat selama perjalanan in

Tidak ada komentar:

Posting Komentar